Kabarsebelas.id, Kabupaten Bekasi – Kesabaran warga Kampung Kebon Kopi, Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, akhirnya habis. Ratusan warga menutup Jalan KH Fudholi, sebagai bentuk protes atas tak kunjung diperbaikinya jalan dan drainase yang selama bertahun-tahun menjadi sumber banjir dan kerusakan lingkungan.
Aksi penutupan jalan tersebut berlangsung secara spontan. Warga membawa balok kayu, bambu, serta membentangkan kendaraan di badan jalan. Arus lalu lintas sempat tersendat. Sejumlah pengendara terpaksa memutar arah, sementara aparat kepolisian dan perangkat desa terlihat berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Perwakilan warga Kampung Kebon Kopi, Ali Sodik mengatakan, aksi ini merupakan puncak kekecewaan masyarakat terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, usulan perbaikkan drainase dan jalan sudah disampaikan sejak 2023 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Karangasih.
“Sudah tiga tahun kami menunggu. Pengajuan perbaikan drainase dan jalan itu masuk Musrenbang desa tahun 2023, tapi sampai sekarang, 2026, tidak pernah ada kejelasan. Warga tidak tahu usulan itu berhenti di mana,” ujar pria yang akrab disapa Bobby, Kamis (29/01/2026) sore.
Ia menjelaskan, kerusakkan jalan dan buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama banjir yang kerap melanda kawasan tersebut. Setiap hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi, air dengan cepat meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Sekarang air sudah masuk ke rumah-rumah warga. Aktivitas lumpuh, barang rusak, warga trauma setiap hujan turun. Jalan juga rusak parah dan membahayakan pengguna,” katanya.
Bobby menegaskan, warga sebelumnya dijanjikan perbaikan drainase dan jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Namun hingga kini, janji tersebut tak pernah terealisasi. Kondisi ini memicu kemarahan warga yang merasa diabaikan oleh pemerintah daerah.
“Kami menuntut pemerintah daerah, khususnya para anggota DPRD Kabupaten Bekasi, segera turun tangan dan merealisasikan perbaikan. Jangan hanya datang saat kampanye, setelah itu menghilang,” tukasnya.
Dirinya membantah anggapan adanya provokasi dalam aksi tersebut. Menurutnya, penutupan jalan murni dilakukan atas inisiatif warga yang sudah tidak sanggup menahan keresahan akibat banjir dan jalan rusak yang terus berulang.
“Ini murni suara warga. Tidak ada yang menggerakkan atau mendalangi. Kami hanya ingin hidup layak, tidak kebanjiran setiap hujan,” ucapnya.
Warga berharap pemerintah daerah menggunakan anggaran penanggulangan bencana atau dana taktis untuk menangani persoalan drainase yang dinilai mendesak. Menurut mereka, perbaikan drainase menjadi kunci utama untuk menghentikan banjir yang selama ini menghantui Kampung Kebon Kopi.
“Harusnya ada solusi cepat. Ini bukan masalah baru, tapi masalah lama yang terus dibiarkan. Kalau drainase dibenahi, banjir bisa dicegah,” pungkasnya.
Uploader: Fajar





