Kabarsebelas.id, Kota Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Yassierli membuka kegiatan Orientasi Peserta Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch V. Kegiatan tersebut digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Cevest Kota Bekasi, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, pelatihan tersebut diikuti sebanyak 14 ribu lebih peserta. Dan digelar di masing-masing balai pelatihan vokasi di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Kita sudah jalan empat batch dan ini adalah batch yang kelima. Pesertanya 14 ribu dari Aceh sampai Papua dan yang hadir di Bekasi ada sekitar 500 peserta,” ujar Yassierli, kepada wartawan.
Ia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengartikan 340 ribu orang ikut sebagai peserta pelatihan vokasi nasional tahun 2026 ini. Dan untuk memenuhi target tersebut Kemenaker tengah menyiapkan untuk pelatihan vokasi nasional Batch VI dalam waktu dekat.
Melalui pelatihan vokasi, lanjutnya, para peserta bisa memiliki skil dan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Sehingga, setelah lulus pelatihan mereka bisa mudah terserap dalam industri atau dunia kerja.
“Kami berharap para peserta memanfaatkan betul pelatihan ini, untuk bisa mendapatkan ilmu dan skill. Sebab tidak semua bisa ikut pelatihan ini karena dari lima pendaftar misalnya hanya satu yang diterima,” katanya.

Yassierli mengatakan, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu dan skil. Tetapi juga akan mendapatkan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP) khusus bagi peserta yang lulus.
“Pelatihan juga didukung instruktur handal yang terkoneksi dengan dunia kerja atau industri. Jadi untuk peserta yang memiliki kemampuan berpeluang untuk direkomendasikan ke dunia kerja,” ucapnya.
Pelatihan vokasi nasional bersifat inklusif. Sehingga mengakomodir para peserta disabilitas.
“Sekarang dari pelatihan batch ke satu sampai empat sudah ada seribu peserta disabilitas. Dan kami harap jumlahnya bisa terus bertambah,” tambah Yassierli.
Ia menegaskan, Kemnaker menargetkan tingkat penyerapan peserta ke dunia kerja sebesar 70 persen. Pasalnya saat ini tingkat penyerapan baru di angka 40 persen.
“Kita akan membangun kolaborasi dan sinergi dengan industri dan update kurikulum pelatihan kita agar menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Dan terus membuka informasi mengenai pelatihan vokasi agar semakin banyak yang mengikuti pelatihan ini,” pungkasnya.
Uploader: Fajar
